• News
  • Islamic World
  • Digg
  • Facebook
  • Tweet Us
  • Visit Our School
Posted by Rohis Prudent... - - 0 komentar

IKHLAS DALAM BERIBADAH

     Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat  dan yang demikian itulah agama yang lurus.
(QS. Al-Bayyinah: 5).

IBADAH
WAJIB ITTIBA BIRROSUL
(Mencontoh apa yang RASUL contohkan)

     Istilah lain bagi seseorang yang beribadah tanpa mencontoh Rasul Muhammad saw adalah BID'AH. Mereka menambah ibadah dari yang aslinya, atau mereka menguranginya atau bahkan membuat Ritual sendiri.

     Kesalahan apa yang telah diperbuat oleh orang Yahudi dan Kristen (Nasrani)? sehingga ibadah mereka di tolak oleh Allah SWT.
Mereka melakukan IBADAH tidak dengan syariat (contoh) Nabi Muhammad SAW melainkan masih mencontoh Nabi Musa as dan Nabi Isa as, padahal sudah kedeluarsa.

     Maka lebih PARAH sifatnya bagi orang Islam yang beribadah tidak sesuai dengan contoh rasul. Karena masih mendingan orang kristen dan Yahudi beribadah dengan mencontoh seorang Nabi walaupun pasti ditolak, sedangkan orang islam hanya sekedar mencontoh KIAYI atau ustad atau Syeh, padahal mereka jauh tingkatannya dari seorang Nabi.

Perlu diingat :
Apabila seseorang beribadah dengan ritual sendiri, menambah atau mengurangi dari yang aslinya, maka berarti mereka telah :
1. Mengangap ajaran Islam belum sempurna
2. Menganggap Nabi Muhammad Saw tidak mengetahui tata cara ibadah yang lebih baik.
3. Menganggap Nabi Muhammad Saw bodoh dan kurang teliti, sehingga mengajarkan cara
beribadah tidak lengkap.
4. Ibadahnya akan ditolak
5. Tempat kembalinya ke Neraka.


Contoh mengada-ada (Bid'ah)
SHALAT DENGAN BERBAHASA SELAIN ARAB
MEREKA BERALASAN :
1. Perasaan akan lebih memahami ( mantap ) Khusu' ketika shalat dg bahasa sendiri
2. Dapat dimengerti oleh orang tersebut dan Dapat menghasilkan nilai arti shalat
dalam kehidupan sehari-hari
3. Pengertiannya sama saja BHS selain arab maupun dengan bhs arab.
4. Tak ada dalil yang melarang shalat dengan bahasa selain arab.

PADAHAL :
1. Perasaan setiap orang berbeda tidak semua orang akan lebih khusu ketika shalat
dengan bahasa sendiri bahkan ada yang lebih khusu dengan bahasa arab "Jika Beragama Hanya Dengan Mengandalkan Perasaan maka Akan Terjadi Bermacam-Macam" cara dalam beribadah menurut perasaan masing-masing.


2. Mengerti apa yang dibaca..tidak harus hanya dengan berbahasa sendiri, dengan
bahasa lain-pun kalau sudah dimengerti pasti akan dipahami.


3. Walau terjemahannya sama antara bahasa arab dan selainnya, akan tetapi shalat
itu tidak boleh dicampuri dengan bahasa "Manusia". Rasulpun selalu tetap dalam
melakukan ritual shalatnya tidak berubah-ubah.


4. Alasan No.4 ini adalah alasan yang salah yang keluar dari orang yang stupid, karena untuk ibadah bukan dicari yang "Melarang" tapi dicari "Yang Menyuruh"

Kalau dalam urusan makanan : dicari "Yang Mengharamkan" tidak dicari Yang Menghalalkan"

Kesimpulan :
- Jauhi Ritual Ibadah Dengan Cara Menambah Atau Mengurangi Atau Membuat Sendiri Dari Apa Yang Telah Dicontohkan Rasulullah SAW, Hanya Dengan Alasan Perasaan, Akal Dan Keinginan Atau Nafsu Sendiri. Akan Tetapi Beribadahlah Dengan Dalil, Kalau Tidak Ada Dalilnya Jangan Dilakukan Karena Hal Tersebut Dinamakan Bid'ah ( tempat kembalinya ke neraka)

IBADAH
WAJIB IKHLAS
( Hanya karena Allah Saja )

1. Pengertian ikhlas :


     Ikhlas adalah hanya karena Allah Swt SAJA, bukan RIDHO
kalau kita ibadah karena Allah dan karena yang lain, maka hal tersebut bukan
KEIKHLASAN akan tetapi MUSYRIK.

2. Kebalikan ikhlas adalah Musyrik dalam ibadah


- Seperti RIYA ( ingin dilihat )Karena Allah Swt telah di serikatkan dengan yg lain
- Dengan tujuan dunia ( agar ….. di dunia )
a. Puasa untuk kekebalan
b. Al-qur’an untuk pellet, agar laku dagang, dll
c. Sembelih untuk penjagaan rumah
d. Sesajen agar panen banyak
e. Mencukur rambut gimbal
f. Menabur makanan di gunung bromo dll…..

Catatan :
Kesalahan terbesar orang YAHUDI dan KRISTEN adalah beribadah nya KARENA ALLAH dan KARENA YESUS atau karena LATTA, UZZA Dan MANAT, berarti mereka telah MEMUSYRIK-KAN
ALLAH dengan YESUS, LATTA, UZZA, dan MANAT.
 

     Akan tetapi UMAT ISLAM pun banyak yang beribadah karena ALLAH dan SELAIN-NYA. Seperti contoh diatas.

     Ibadah (puasa) untuk kekebalan, al-qur'an untuk PELET, SEMBELIHAN untuk makhluk halus
Sesajen agar padi berkah, mencukur rambut gimbal agar selamat dari gangguan zin dll.
BERARTI :
tak berbeda dengan orang YAHUDI dan NASRANI, yang telah beribadah selain karena ALLAH juga KARENA YG LAIN.


Kami Berharap Sobat Rohis Semakin Bertambah KeIkhlasannya Dalam Beribadah . . .

Posted by Rohis Prudent... - - 0 komentar

     “Hari Anda Tidak punya pacar? Ketinggalan Zaman Kau…!” itulah lontaran
kata yang diucapkan oleh orang-orang yang bangga mempunyai pacar. Dalam hati cuma bilang, “Yang Ketinggalan Zaman itu siapa? yang Ketinggalan Zaman itu ya Kamu, masa ngelanggar aturan tuhan ko bangga! Sungguh aneh…!”




     Bagi sebagian orang mungkin pacaran adalah suatu hal yang biasa, bahkan ada yang lebih ekstrim yang menganggap bahwa pacaran itu adalah suatu keharusan, dan hidup tanpa pacaran bagaikan sayur tanpa garam (kaya lagu aja ya…). Padahal kalau saja mereka tahu (mungkin ada juga yang sudah tahu, tapi pura-pura ngga tahu) bahwa pacaran itu ngga punya untung sama sekali bahkan membuat hidup menjadi bergelimang dosa, mungkin mereka akan berpikir ulang untuk berpacaran.

     “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah 
suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra 17:32)

     Itulah bunyi salah satu ayat dalam surat cintaNya untuk kita. Begitu sayangnya Allah Subhanahu Wata’ala terhadap kita, sehingga Allah memperingatkan kita untuk tidak mendekati zina. Begitu besarnya kerusakan dan kehancuran yang bisa dihasilkan oleh suatu perzinahan, sehingga mendekatinya pun kita dilarang oleh Allah. Lantas apa hubunganya dengan pacaran?

   Yang pasti ada hubungannya, Bagaimana sih Anda ini. Kan Anda tahu Bagaimana pacaran itu, yang pasti Tidak lepas dari yang namanya Berduaan, Berdekatan,  Berpegangan tangan, Bermesraan, dan akhirnya Melebihi Batas.

     Anda Pasti Muslim-kan? pastinya Anda percaya dengan yang namanya hadits Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam.

   “Telah ditulis bagi setiap bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah (lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara qalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang membenarkan (merealisasikan) hal itu atau mendustakannya”. (HR. Al-Bukhori [5889] dari Ibnu Abbas, dan Muslim [2657] dari Abu Hurairah)

     Nah coba deh Anda resapi hadits itu, pastilah Anda Akan tahu bahwa pacaran itu Sudah amat sangat dekat dengan yang namanya zina. Kalo Anda masih Menganggap kalo pacaran sama zina itu jauh, Anda Coba saja untuk pacaran tapi tidak saling melihat, tidak pernah saling merayu (apalagi merayu ya…), terus tidak pernah pegangan, and tidak pernah Berduaan… Bisa Tidak Anda melakukan yang seperti itu, kalo bisa saya akui anda sangat hebat . . . . . .

    Terus Kalau tidak pacaran bagimana saya dapat jodohnya? apa anda tidak berfikir tentang itu?

    Astagfirullah, Anda tidak percaya dengan Allah?, Anda saya sarankan untuk membaca Al-Qur’an…

  “Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat [41] : 49)

    “Maha Suci Tuhan yang Telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Yaasiin [81] : 36)



     Kalo Anda Muslim, Anda harus percaya jika masalah jodoh itu Sudah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, jadi tidak usah takut jika Anda Tidak mendapatkan jodoh, jika saja anda tidak mendapatkan jodoh di dunia, masih ada kesempatan untuk nemuin jodoh di akhirat, tetapi dengan catatan anda harus Terdedikasi sebagai orang beriman sehingga anda mendapatkan kesenangan yang abadi kelak di akhirat "Surga" Amin . . . . .

Lalu jka saya tidak pacaran, Bagaimana saya bisa mengenal sifat atau kelakuan jodoh Saya? Nanti yg ada Akan tidak sesuai harapan saya…!

    Sekarang Saya mau Bertanya dengan Anda, Memangnya jika anda pacaran anda bisa mengenal lebih dekat dengan orang pilihan anda? Kalo menurut saya sih tidak berpengaruh sama sekali, soalnya sepengetahuan saya yang namanya pacaran itu lebih banyak Menjaga Imagenya dibanding dengan jujurnya. Seseorang yang Berpacaran itu lebih memilih menjadi seseorang yang daripada jadi dirinya sendiri, jadi jika anda ingin menjadikan pacaran sebagai media untuk saling mengenal, Anda 100% salah besar Sobat Rohis…!

     Dan jika Anda yakin dengan janji Allah, seharusnya tidak perlu menjadi itu sebuah masalah. Coba yuk kita baca ayat berikut…

“Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS. An-Nur [24] : 26)

Nah sekarang anda tahu kan, jika anda berharap mendapatkan yang baik maka perbaiki dulu diri anda . . . .

To Ikhwan
     Jika Anda memang mengaku sebagai laki-laki dan anda memiliki perasaan dengan lawan jenis, Anda direkomendasikan untuk melamarnya dengan menghadap kepada orang tuanya, jangan Anda jadikan cinta itu sebagai alasan untuk berpacaran, Sebagai Ikhwan yang lebih memilih berpacaran daripada menikah adalah Lali-Laki yang bermental kerupuk Dan pecundang ditambah pengecut, ingat itu…!

Untuk Akhwat
       Kalo Anda adalah Akhwat sejati, janganlah Anda suka mengumbar aurat ataupun juga mengundang kaum Ikhwan untuk menggoda Anda. Jangan lupa juga untuk menjaga diri baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya, karena biasanya para Ikhwan punya beribu macam muslihat untuk menggoda.

Sekian Pembahasan Kita kali Ini Insya Allah Semoga Bermanfaat Bagi Sobat Rohis . . .

Posted by Rohis Prudent... - - 0 komentar

Seorang laki-laki datang pada Rasul SAW seraya berkata,
Lelaki:"Jika aku berbuat dosa, apakah akan ditulis?"
Rasul SAW:"Ya, akan ditulis."
Ia bertanya lagi,
Lelaki:"Bagaimana jika aku bertaubat?"
Rasul SAW:"Akan dihapus."
Lelaki:"Bagaimana jika aku mengulangi lagi?"
Rasul SAW:"Akan ditulis."
Lelaki:"Ya Rasul, bagaimana kalau aku bertaubat?"
Rasul SAW:"Akan dihapus."
Laki-laki itu pun berkata,
Lelaki:"Ya Rasul, sampai kapankah Alloh akan menghapus?"
Rasul SAW:"Alloh tidak akan bosan memberi ampunan sampai kalian bosan meminta ampun."
[HR. Thabrani dan Al-Hakim]

Posted by Rohis Prudent... - - 0 komentar



WASHINGTON (SuaraMedia News) – Eric Frattini, seorang jurnalis dan penulis Amerika Serikat, mengungkapkan mengenai sebuah rahasia yang selama ini disimpan rapat oleh Vatikan.Rahasia tersebut dinamakan “Persekutuan Suci”.
Rahasia tersebut diungkapkan dalam buku Frattini yang diberi judul: “Entity: Five Centuries of Secret Vatican Espionage. Dalam buku tersebut dituliskan, “Vatikan, organisasi tertua di dunia dan menghasilkan banyak raja dan sejarah dalam lima abad, ternyata memiliki alat mata-mata rahasia bernama “Persekutuan Suci”. Alat tersebut dipergunakan untuk melanggengkan keinginan Vatikan.
“Kami menggantungkan penerapan kebijakan pada paus. Untuk menghadapi orang-orang yang meninggalkan agama, dan perpecahan terhadap agama Kristen, demikian halnya dengan revolusi, diktatorisme, kolonialisme, deportasi, penganiayaan dan penyerangan, perang sipil, perang dunia, penculikan dan pembunuhan.”
Dalam bukunya, Frattini menuliskan, “Cerita lengkap mengenai intelijen suci, yang terlibat dalam membunuh raja-raja, meracuni para diplomat dan mendanai para diktator Amerika Selatan.
Intelijen tersebut juga terlibat dalam upaya melindungi para penjahat perang dan mencuci uang mafia serta melakukan manipulasi pasar yang menyebabkan kebangkrutan.”
Buku setebal 509 halaman tersebut juga diterbitkan dalam bahasa Arab dan diterbitkan oleh penerbit di Beirut. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, melalui pemeriksaan dan pengeditan. Versi bahasa Inggris buku tersebut dirilis dengan judul Entity. Penerbitannya mendahului edisi pertama bahasa Arab. Buku tersebut diedarkan di Inggris, Spanyol, Perancis, dan penjualannya tidak tertandingi.
Sebelumnya, seorang jurnalis Barat mengungkapkan bahwa Vatikan telah mengumandangkan perang terhadap Islam. Hal tersebut dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari skandal seksual Vatikan dan juga atas sejumlah pengikut Vatikan yang memeluk Islam.
Skandal seks Italia tersebut melibatkan sekitar 4.000 orang pastor, kardinal, serta biarawati. Mereka juga memaksakan aborsi agar skandal tersebut tidak terungkap ke publik. Skandal tersebut melibatkan orang-orang yang tersebar di AS, Brazil, Filipina, India, Italia, dan Gereja Katolik Vatikan sendiri.
Paus Benediktus XVI sedari awal berupaya menyembunyikan skandal tersebut, ia memperingatkan mengenai bahaya Islam agar perhatian para umat Katolik teralihkan dari skandal para pendeta.
Vatikan menyebut skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak di Irlandia sebagai sebuah hal yang “membuat malu” Gereja Katolik. Hal tersebut diungkapkan ketika sejumlah uskup dari Irlandia bertemu dengan Paus Benediktus XVI.
Para pastor yang terlibat dalam pelecehan telah melakukan “tindakan yang amat buruk”, demikian kata pihak Vatikan pada hari Senin lalu, ketika sejumlah uskup Irlandia bertemu dengan Paus.
Menteri Luar Negeri Vatikan, Tarcisio Bertone, mengatakan kepada para uskup tersebut bahwa terungkapnya kasus pedofilia sistemik yang telah berlangusng sejak lama tersebut merupakan sebuah tantangan yang berat dan memalukan bagi Gereja Katolik Irlandia.
“Tantangan yang datang dari dalam memang biasanya lebih sulit dan memalukan,” katanya pada saat para uskup tengah mempersiapkan pertemuan dengan Paus Benediktus XVI.
“Tantangan serius semacam itu melanda komunitas kalian, dimana para pelayan Gereja terlibat dalam tindakan yang amat buruk,” katanya.
Lebih dari 20 orang uskup berdialog dengan Paus di Vatikan, lebih dari dua hari berselang setelah terungkapnya skandal pelecehan anak-anak tersebut. Ditambah dengan bukti bahwa otoritas gereja telah dengan sengaja menutup-nutupi fakta perilaku pedofilia yang dilakukan para pastor selama tiga dekade.
Krisis tersebut pecah pada bulan November, menyusul dirilisnya hasil investigasi pemerintah Irlandia mengenai kejahatan tersebut, dan terungkapnya fakta bahwa para petinggi gereja telah melindungi praktik pelecehan seksual tersebut selama berpuluh-puluh tahun agar tidak tersentuh hukum. Laporan Murphy mengungkapkan bahwa gereja Katolik “terobsesi” dan melakukan pelecehan terhadap anak-anak dari tahun 1975 hingga 2004.
Uskup Besar Armagh, Sean Brady, mengatakan kepada Vatican Radio bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari “perjalanan penyesalan, rekonsiliasi, dan pembaharuan” bagi gereja Irlandia.
Skandal tersebut menyentak Irlandia, empat dari lima orang uskup yang menerima kritikan atas ketidakmampuan menindaklanjuti laporan pedofilia telah mengundurkan diri.
Namun, uskup kelima, Martin Drennan dari Galway, bersikeras bahwa dirinya tidak pernah melakukan apapun yang membahayakan anak-anak. Ia menolak desakan agar dirinya mengundurkan diri.

Posted by Rohis Prudent... - - 0 komentar


1. Masuk Islam Sejak Dini dan Hijrah ke Habasyah
         Abu Musa Radhiyallahu ‘Anh berkata: “… Asma binti Umais ikut hijrah ke Najasyi bersama orang-orang yang hijrah …” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Keberanian Moralitas
        Abu Burdah, dari Abu Musa Radhiyallahu ‘Anh, berkata: “Sampai kepada kami berita mengenai hijrahnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika kami sedang berada di Yaman. Lalu kami pergi berhijrah kepada beliau, yaitu aku dan dua orang saudara laki-lakiku. Akulah yang paling kecil dari mereka. Salah satu dari kedua saudara laki-lakiku itu (bernama) Abu Burdah dan yang satu lagi Abu Ruhm, di tengah-tengah lima puluh tiga atau lima puluh dua orang laki-laki dari kaumku. Lalu kami naik perahu, dan perahu itu mengantarkan kami kepada Raja Najasyi di Habasyah. Akhirnya kami bertemu dengan Ja’far bin Abu Thalib. Lalu kami tinggal bersama sampai semua tiba. Kemudian kami bertemu dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau menaklukkan Khaibar. Lantas ada sejumlah orang yang berkata kepada kami (yaitu para penumpang perahu): ‘Kami lebih dahulu hijrah daripada kalian.’ Asma binti Umais salah seorang anggota rombongan yang datang bersama kami– masuk menemui Hafshah, istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sebagai tamu. Setelah itu datang pula Umar menemui Hafshah, sementara Asma berada di samping Hafshah. Ketika melihat Asma di sana Umar langsung bertanya: ‘Siapa wanita ini?’ Asma menjawab: ‘Asma binti Umais.’ Umar bertanya: ‘Ini yang hijrah ke Habasyah? Ini yang mengarungi lautan?’ Asma menjawab: ‘Ya.’ Umar berkata: ‘Kami lebih dahulu berhijrah daripada kalian Karena itu kami lebih berhak daripada kalian terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ‘Asma marah (mendengar ucapan Umar itu) dan berkata: ‘Tidak demi Allah. Kalian bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Beliau memberi makan orang yang lapar di antara kalian dan menasihati orang yang bodoh di antara kalian. Sementara kami berada di suatu negeri yang jauh dan penuh kebencian terhadap Islam di Habasyah. Semua itu kami lakukan demi mencari ridha Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, aku tidak akan makan atau minum hingga aku sampaikan apa-apa yang kamu ucapkan itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Kami selalu diganggu dan ditakut-takuti, dan aku akan menuturkan hal tersebut serta menanyakannya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Demi Allah, aku tidak berdusta, tidak menyimpang dan tidak akan menambah-nambahnya.’ Setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang, Asma binti Umais berkata: ‘Wahai Nabiyullah, sesungguhnya Umar mengatakan begini, begini.’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya: ‘Lalu apa katamu kepadanya?’ Asma menjawab: ‘Aku bilang begini, begini.’ Mendengar keterangan Asma itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ‘Tiadalah dia lebih berhak terhadapku daripada kamu. Dia dan teman-temannya hanya mempunyai satu hijrah. Sedangkan kalian, wahai para penumpang perahu, mempunyai dua hijrah.’ Asma berkata: ‘Sungguh aku melihat Abu Musa dan para penumpang perahu datang kepadaku berbondong-bondong untuk menanyakan hadits ini kepadaku. Tidak ada di dunia ini sesuatu yang membuat diri mereka lebih merasa bahagia dan bangga dibandingkan dengan apa yang dikatakan kepada mereka itu oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam’ Abu Burdah (perawi hadits) menerangkan bahwa Asma berkata: ‘Sungguh aku melihat Abu Musa memintaku mengulangi hadits tersebut.’ (HR Bukhari dan Muslim)

3. Melaksanakan Haji ketika Hamil Tua
         Aisyah Radhiyallahu ‘Anh berkata: “Asma binti Umais istri Muhammad bin Abu Bakar melahirkan di dekat sebuah pohon. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh Abu Bakar supaya dia menyuruhnya mandi dan ihram.” (HR Muslim)

4. Penuh Perhatian terhadap Anak dan Suami
        Jabir bin Abdullah mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Asma binti Umais: “Mengapa aku melihat badan anak-anak saudaraku (Ja’far) kurus-kurus dan lemah? Apakah mereka kelaparan?” Asma menjawab: “Tidak, cuma saja mereka terkena ‘ain (ketajaman mata orang yang dengki).” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Jampilah mereka!” Asma berkata: “Aku menawarkan kepada beliau untuk menjampinya. Tetapi beliau berkata: ‘Jampilah mereka olehmu!’” (HR Muslim)

     Uraian di atas berkaitan dengan perhatiannya terhadap anak-anaknya. Adapun perhatiannya terhadap suami, dapat kita lihat dalam riwayat Thabrani dari Qais bin Abu Hazim. Dia berkata: “Kami masuk menemui Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anh ketika beliau sedang sakit. Lalu aku melihat seorang wanita berkulit putih dan pada kedua tangannya ada tato. Dia sedang menghalau lalat dari Abu Bakar dan dia adalah Asma binti Umais.”

5. Kesaksian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap Asma
        Abdullah bin Amru ibnul Ash menceritakan bahwa sekelompok orang Bani Hasyim datang menemui Asma binti Umais. Lalu masuk Abu Bakar. Ketika itu Asma menjadi istri Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat orang-orang Bani Hasyim itu, dia merasa tidak suka. Hal itu beliau tuturkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menambahkan: “Memang aku tidak melihat kecuali kebaikan.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memaafkannya dari perbuatan tersebut.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdiri di atas mimbar dan bersabda: “Sesudah hari ini, seorang laki-laki tidak boleh memasuki rumah wanita yang suaminya tidak ada, kecuali dia bersama seorang atau dua orang lelaki.” (HR Muslim)

     Kesaksian itu mengingatkan kita pada kesaksian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Lewat sabdanya ini: “Saudara-saudara perempuan yang berempat, yaitu Maimunah, Ummul Fadhal, Salma, dan Asma binti Umais saudara perempuan mereka dari garis ibu adalah wanita-wanita mukminat.

Sekian Pembahasan Kita kali Ini Insya Allah Semoga Bermanfaat Bagi Sobat Rohis . . .


Posted by Rohis Prudent... - - 1 komentar

     Di Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua Orang Tua.

Pertama
     Bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Dengan dasar diantaranya yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.

    “Artinya : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9] Dengan demikian jika ingin kebajikan harus didahulukan amal-amal yang paling utama di antaranya adalah birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).

Kedua
     Bahwa ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.

   “Artinya : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]

Ketiga
     Bahwa berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu dengan cara bertawasul dengan amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar.

   “Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yang lain, ‘Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan’. Kemudian mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dapati kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan kepada anak-anaku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yang menutupi pintu gua itupun bergeser”

[Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A'mal]

     Ini menunjukkan bahwa perbuatan berbakti kepada kedua orang tua yang pernah kita lakukan, dapat digunakan untuk bertawassul kepada Allah ketika kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yang dialami seseorang saat ini diantaranya karena perbuatan durhaka kepada kedua orang tuanya.

     Kalau kita mengetahui, bagaimana beratnya orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka perbuatan ‘Si Anak’ yang ‘bergadang’ untuk memerah susu tersebut belum sebanding dengan jasa orang tuanya ketika mengurusnya sewaktu kecil.

    ‘Si Anak’ melakukan pekerjaan tersebut tiap hari dengan tidak ada perasaan bosan dan lelah atau yang lainnya. Bahkan ketika kedua orang tuanya sudah tidur, dia rela menunggu keduanya bangun di pagi hari meskipun anaknya menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua harus didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yang lain disebutkan berbakti kepada orang tua harus didahulukan dari pada berbuat baik kepada istri sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika diperintahkan oleh bapaknya (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ceraikan istrimuu” [Hadits Riwayat Abu Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, "Hadits Hasan Shahih"]




     Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud yang disampaikan sebelumnya disebutkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua harus didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Begitu besarnya jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yang kita lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tua tidak akan dapat membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut bertanya kepada, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]
Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dengan beban yang dirasakannya sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwanya antara hidup dan mati. Ketika kita lahir, ibu lah yang menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semuanya dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tidak ada yang bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dengan membawa ke dokter atau yang lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.

Keempat
     Dengan berbakti kepada kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

   “Artinya : Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]
Dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yang harus didahulukan silaturahmi kepada kedua orang tua sebelum kepada yang lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yang sering ziarah kepada teman-temannya tetapi kepada orang tuanya sendiri jarang bahkan tidak pernah. Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia tidak pernah berkumpul bahkan tidak kenal dengan kedua orang tuanya. Sesulit apapun harus tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tua. Karena dengan dekat kepada keduanya insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dengan silaturahmi akan diakhirkannya ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih terdapat perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendapat yang lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umurnya memang benar-benar akan dipanjangkan.

Kelima
      Manfaat dari berbakti kepada kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yang durhaka tidak akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yang berbuat baik kepada kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke jannah (surga).

     Dosa-dosa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala segerakan adzabnya di dunia diantaranya adalah berbuat zhalim dan durhaka kepada kedua orang tua. Dengan demikian jika seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya, Allah Subahanahu wa Ta’ala akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka, dengan izin Allah.

Posted by Rohis Prudent... - - 0 komentar


      Kita telah mengetahui Bahwa Allah mengharuskan wanita menutup Auratnya,  jadi memakai jilbab Bukan hanya sebagai gaya saja namun sebagai ibadah dan pengaplikasian Keimanan . Namun banyak wanita yang tidak memakai Jilbab Ini alasan Wanita tak Mau Berjilbab .




      Dengan memakai Jilbab Maka Wanita akan menutup Auratnya , dengan menutup aurat maka seoarng wanita Muslim akan terlihat lebih cantik dari luar maupun dalam . Jadi Seroang wanita solehah adalah wanita yang memakai Jilbab . banyak keuntungan yang dapat anda ambil dengan memaki jilbab.

Berikut 10 Keuntungan Wanita Memakai Jilbab :


1. Rambut Muslimah yang berjilbab terlindung dari sengatan panas matahari dan terlindung dari   
    debu serta polusi, sehingga ketika jilbabnya dibuka, rambutnya tampak selalu bersinar. Rambut 
    indahnya hanya diperlihatkan untuk orang-orang yang berhak melihatnya.

2. Terjaga dari pandangan pria nakal. Muslimah yang berjilbab tidak mengumbar tubuhnya, kecuali 
     muka dan telapak tangan. Oleh karena itu, pria pun terbatas memandangnya.

3. Pria segan menggoda apalagi melecehkan. Biasanya, pria segan mendekati apalagi menggoda
    wanita berjilbab, kecuali kalau peluang itu diciptakan oleh wanita itu sendiri.

4. Termotivasi untuk terus menuntut ilmu dan mengamalkannya. Muslimah yang berjilbab merasa
    dirinya menjadi alat ukur kebaikan dan kesuksesan. Tuntutan ini sangat bagus karena memacu   
    dirinya untuk senantiasa berlomba meraih prestasi, kebaikan, dan sekuat mungkin menghindari
    kesalahan-kesalahan yang dapat mencemarkan nama baik Islam oleh perbuatan dosa dan tercela.

5. Terjaga kehormatannya. Wanita berjilbab akan selalu menjaga kehormatannya seiring dengan
    ilmu yang dimilikinya karena mereka mengetahui dan dapat membedakan perilaku yang harus
    dilakukan dengan perilaku yang harus dihindari. Wanita berjilbab dan berilmu merasa selalu
    diawasi Allah dari segala kemaksiatan.

6. Jika Anda tergesa gesa harus keluar rumah dalam keperluan mendadak, darurat dan Anda tidak
    sempat sama sekali buat mendandani wajah maka menggunakan kerudung Instan terbuat dari
    kaos itu solusi terbaik, ini berlaku juga saat ada tamu dan kita perlu cepat-cepat untuk
    membukakan pintu.

7.  Jika Anda ingin memberikan ASI pada bayi Anda ditempat umum (bagi yang menikah), Insya
     Allah dengan kerudung Anda dengan bebas bisa memberikannya ditempat umum karena aurat
     Anda tetap tertutup.

8. Jika Anda memiliki kelemahan dari rambut , Jilbab sebagai pentup aib tersebut, Anda tetap
    percaya diri dan beraktivitas penuh semangat.

9. Terhindar dari godaan untuk bersikap centil dan tidak sopan, biasanya jilbab bisa jadi alat
     control kepribadian wanita yang menggunakannya.

10. Sangat dihormati dan dihargai lawan jenis disekitar Anda, laki-laki merasa segan dan malu
      untuk mengganggu Anda.

      Jadi apakah anda Mau memakai Jilbab ? itu terserah pada diri anda masing masing , dan kebutuhan anda masing masing . Itulah 10 Keuntungan Wanita Memakai Jilbab semoga dapat di ambil hikmah dan makna . semoga bermanfaat .

Orange Design Pointer