• News
  • Islamic World
  • Digg
  • Facebook
  • Tweet Us
  • Visit Our School
Tampilkan postingan dengan label Seputar Akhwat . . .. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Akhwat . . .. Tampilkan semua postingan
Posted by Rohis Prudent... - - 0 komentar


1. Masuk Islam Sejak Dini dan Hijrah ke Habasyah
         Abu Musa Radhiyallahu ‘Anh berkata: “… Asma binti Umais ikut hijrah ke Najasyi bersama orang-orang yang hijrah …” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Keberanian Moralitas
        Abu Burdah, dari Abu Musa Radhiyallahu ‘Anh, berkata: “Sampai kepada kami berita mengenai hijrahnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika kami sedang berada di Yaman. Lalu kami pergi berhijrah kepada beliau, yaitu aku dan dua orang saudara laki-lakiku. Akulah yang paling kecil dari mereka. Salah satu dari kedua saudara laki-lakiku itu (bernama) Abu Burdah dan yang satu lagi Abu Ruhm, di tengah-tengah lima puluh tiga atau lima puluh dua orang laki-laki dari kaumku. Lalu kami naik perahu, dan perahu itu mengantarkan kami kepada Raja Najasyi di Habasyah. Akhirnya kami bertemu dengan Ja’far bin Abu Thalib. Lalu kami tinggal bersama sampai semua tiba. Kemudian kami bertemu dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau menaklukkan Khaibar. Lantas ada sejumlah orang yang berkata kepada kami (yaitu para penumpang perahu): ‘Kami lebih dahulu hijrah daripada kalian.’ Asma binti Umais salah seorang anggota rombongan yang datang bersama kami– masuk menemui Hafshah, istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sebagai tamu. Setelah itu datang pula Umar menemui Hafshah, sementara Asma berada di samping Hafshah. Ketika melihat Asma di sana Umar langsung bertanya: ‘Siapa wanita ini?’ Asma menjawab: ‘Asma binti Umais.’ Umar bertanya: ‘Ini yang hijrah ke Habasyah? Ini yang mengarungi lautan?’ Asma menjawab: ‘Ya.’ Umar berkata: ‘Kami lebih dahulu berhijrah daripada kalian Karena itu kami lebih berhak daripada kalian terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ‘Asma marah (mendengar ucapan Umar itu) dan berkata: ‘Tidak demi Allah. Kalian bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Beliau memberi makan orang yang lapar di antara kalian dan menasihati orang yang bodoh di antara kalian. Sementara kami berada di suatu negeri yang jauh dan penuh kebencian terhadap Islam di Habasyah. Semua itu kami lakukan demi mencari ridha Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, aku tidak akan makan atau minum hingga aku sampaikan apa-apa yang kamu ucapkan itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Kami selalu diganggu dan ditakut-takuti, dan aku akan menuturkan hal tersebut serta menanyakannya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Demi Allah, aku tidak berdusta, tidak menyimpang dan tidak akan menambah-nambahnya.’ Setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang, Asma binti Umais berkata: ‘Wahai Nabiyullah, sesungguhnya Umar mengatakan begini, begini.’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya: ‘Lalu apa katamu kepadanya?’ Asma menjawab: ‘Aku bilang begini, begini.’ Mendengar keterangan Asma itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ‘Tiadalah dia lebih berhak terhadapku daripada kamu. Dia dan teman-temannya hanya mempunyai satu hijrah. Sedangkan kalian, wahai para penumpang perahu, mempunyai dua hijrah.’ Asma berkata: ‘Sungguh aku melihat Abu Musa dan para penumpang perahu datang kepadaku berbondong-bondong untuk menanyakan hadits ini kepadaku. Tidak ada di dunia ini sesuatu yang membuat diri mereka lebih merasa bahagia dan bangga dibandingkan dengan apa yang dikatakan kepada mereka itu oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam’ Abu Burdah (perawi hadits) menerangkan bahwa Asma berkata: ‘Sungguh aku melihat Abu Musa memintaku mengulangi hadits tersebut.’ (HR Bukhari dan Muslim)

3. Melaksanakan Haji ketika Hamil Tua
         Aisyah Radhiyallahu ‘Anh berkata: “Asma binti Umais istri Muhammad bin Abu Bakar melahirkan di dekat sebuah pohon. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh Abu Bakar supaya dia menyuruhnya mandi dan ihram.” (HR Muslim)

4. Penuh Perhatian terhadap Anak dan Suami
        Jabir bin Abdullah mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Asma binti Umais: “Mengapa aku melihat badan anak-anak saudaraku (Ja’far) kurus-kurus dan lemah? Apakah mereka kelaparan?” Asma menjawab: “Tidak, cuma saja mereka terkena ‘ain (ketajaman mata orang yang dengki).” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Jampilah mereka!” Asma berkata: “Aku menawarkan kepada beliau untuk menjampinya. Tetapi beliau berkata: ‘Jampilah mereka olehmu!’” (HR Muslim)

     Uraian di atas berkaitan dengan perhatiannya terhadap anak-anaknya. Adapun perhatiannya terhadap suami, dapat kita lihat dalam riwayat Thabrani dari Qais bin Abu Hazim. Dia berkata: “Kami masuk menemui Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anh ketika beliau sedang sakit. Lalu aku melihat seorang wanita berkulit putih dan pada kedua tangannya ada tato. Dia sedang menghalau lalat dari Abu Bakar dan dia adalah Asma binti Umais.”

5. Kesaksian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap Asma
        Abdullah bin Amru ibnul Ash menceritakan bahwa sekelompok orang Bani Hasyim datang menemui Asma binti Umais. Lalu masuk Abu Bakar. Ketika itu Asma menjadi istri Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat orang-orang Bani Hasyim itu, dia merasa tidak suka. Hal itu beliau tuturkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menambahkan: “Memang aku tidak melihat kecuali kebaikan.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memaafkannya dari perbuatan tersebut.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdiri di atas mimbar dan bersabda: “Sesudah hari ini, seorang laki-laki tidak boleh memasuki rumah wanita yang suaminya tidak ada, kecuali dia bersama seorang atau dua orang lelaki.” (HR Muslim)

     Kesaksian itu mengingatkan kita pada kesaksian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Lewat sabdanya ini: “Saudara-saudara perempuan yang berempat, yaitu Maimunah, Ummul Fadhal, Salma, dan Asma binti Umais saudara perempuan mereka dari garis ibu adalah wanita-wanita mukminat.

Sekian Pembahasan Kita kali Ini Insya Allah Semoga Bermanfaat Bagi Sobat Rohis . . .




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Posted by Rohis Prudent... - - 0 komentar


      Kita telah mengetahui Bahwa Allah mengharuskan wanita menutup Auratnya,  jadi memakai jilbab Bukan hanya sebagai gaya saja namun sebagai ibadah dan pengaplikasian Keimanan . Namun banyak wanita yang tidak memakai Jilbab Ini alasan Wanita tak Mau Berjilbab .




      Dengan memakai Jilbab Maka Wanita akan menutup Auratnya , dengan menutup aurat maka seoarng wanita Muslim akan terlihat lebih cantik dari luar maupun dalam . Jadi Seroang wanita solehah adalah wanita yang memakai Jilbab . banyak keuntungan yang dapat anda ambil dengan memaki jilbab.

Berikut 10 Keuntungan Wanita Memakai Jilbab :


1. Rambut Muslimah yang berjilbab terlindung dari sengatan panas matahari dan terlindung dari   
    debu serta polusi, sehingga ketika jilbabnya dibuka, rambutnya tampak selalu bersinar. Rambut 
    indahnya hanya diperlihatkan untuk orang-orang yang berhak melihatnya.

2. Terjaga dari pandangan pria nakal. Muslimah yang berjilbab tidak mengumbar tubuhnya, kecuali 
     muka dan telapak tangan. Oleh karena itu, pria pun terbatas memandangnya.

3. Pria segan menggoda apalagi melecehkan. Biasanya, pria segan mendekati apalagi menggoda
    wanita berjilbab, kecuali kalau peluang itu diciptakan oleh wanita itu sendiri.

4. Termotivasi untuk terus menuntut ilmu dan mengamalkannya. Muslimah yang berjilbab merasa
    dirinya menjadi alat ukur kebaikan dan kesuksesan. Tuntutan ini sangat bagus karena memacu   
    dirinya untuk senantiasa berlomba meraih prestasi, kebaikan, dan sekuat mungkin menghindari
    kesalahan-kesalahan yang dapat mencemarkan nama baik Islam oleh perbuatan dosa dan tercela.

5. Terjaga kehormatannya. Wanita berjilbab akan selalu menjaga kehormatannya seiring dengan
    ilmu yang dimilikinya karena mereka mengetahui dan dapat membedakan perilaku yang harus
    dilakukan dengan perilaku yang harus dihindari. Wanita berjilbab dan berilmu merasa selalu
    diawasi Allah dari segala kemaksiatan.

6. Jika Anda tergesa gesa harus keluar rumah dalam keperluan mendadak, darurat dan Anda tidak
    sempat sama sekali buat mendandani wajah maka menggunakan kerudung Instan terbuat dari
    kaos itu solusi terbaik, ini berlaku juga saat ada tamu dan kita perlu cepat-cepat untuk
    membukakan pintu.

7.  Jika Anda ingin memberikan ASI pada bayi Anda ditempat umum (bagi yang menikah), Insya
     Allah dengan kerudung Anda dengan bebas bisa memberikannya ditempat umum karena aurat
     Anda tetap tertutup.

8. Jika Anda memiliki kelemahan dari rambut , Jilbab sebagai pentup aib tersebut, Anda tetap
    percaya diri dan beraktivitas penuh semangat.

9. Terhindar dari godaan untuk bersikap centil dan tidak sopan, biasanya jilbab bisa jadi alat
     control kepribadian wanita yang menggunakannya.

10. Sangat dihormati dan dihargai lawan jenis disekitar Anda, laki-laki merasa segan dan malu
      untuk mengganggu Anda.

      Jadi apakah anda Mau memakai Jilbab ? itu terserah pada diri anda masing masing , dan kebutuhan anda masing masing . Itulah 10 Keuntungan Wanita Memakai Jilbab semoga dapat di ambil hikmah dan makna . semoga bermanfaat .



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Orange Design Pointer