sumber : detik& Islamedia
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Islamedia - Dunia telah dicekoki oleh berita miring tentang kaum muslimin yang selalu dituduh dengan teroris. Bahkan media telah menempelkan lebel "Kekerasan" kepada umat islam paska tragedi 11 September yang disinyalir dilakukan oleh Al Qaedah.
Pada hari ini, Presiden Amerika Serikat telah mengumumkan, bahwa kekuatan Marinir AS telah berhasil membunuh Syaikh Osama ben Laden beserta dengan istri dan seorang anaknya. Disamping itu, beberapa pengawal Osama juga dikabarkan turut menjadi korban.
Hari ini Jamaah Ikhwanul Muslimin menyatakan, bahwa Ikhwan menentang pengggunaan kekerasan apapun, terutama cara-cara yang keji seperti pembunuhan. Siapapun yang dituduh sebagai tersangka pelaku kejahatan, maka ia harus diperlakukan secara adil melalui pengadilan.
Ikhwan meminta kepada seluruh dunia, terlebih khusus lagi dunia barat; rakyat maupun pemerintahan, agar menghentikan semua bentuk pengaitan islam dengan kejahatan terorisme. Serta, meluruskan stigma negatif terhadap islam yang dipropagandakan dunia barat selama bertahun-tahun.
Ikhwan juga ingin menegaskan kembali, perlawanan terhadap penjajahan pihak asing merupakan bentuk perjuangan yang legal dan sah bagi sebuah negara dan rakyat. Perlawanan terhadap terhadap penjajahan telah dijamin oleh syariat dan diperbolehkan dalam hukum internasional. Negara-negara barat tidak boleh menyamakan antara perlawanan yang sah dengan kekerasan terhadap orang yang tidak berdosa. Apa yang dilakukan oleh Israel merupakan tindakan kejahatan atas kemanusiaan dan orang-orang yang tidak berdosa.
http://ikhwanonline.com/Data/2011/5/2/ikhwan-photo
Selama penjajahan masih bercokol, maka perlawanan akan terus dan tetap ada. Oleh karenanya, Ikhwan mengultimatumkan kepada Amerika, Nato, dan Uni Eropa untuk mengakhiri penjajahannya sekarang juga di Afghanistan dan Irak. Serta mengakui hak-hak rakyat Palestina yang merdeka.
Secara khusus Ikhwan meminta kepada Amerika Serikat untuk menghentikan aktifitas intelejennya atas kekuatan yang berseberangan dengan AS. Serta tidak mencampuri urusan dalam negeri negara-negara arab dan islam.
Ikhwanul Muslimin
Cairo, 29 Jumadil Ula 1432 H / 2 Mei 2011 M
Kamis, 14 April 2011 18:01 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Kekerasan terhadap Muslim di Eropa tak henti-hentinya terjadi. Kali ini tindak kekerasan tersebut menimpa Muslim Inggris. Kazemi, yang merupakan Muslimah yang tinggal di London mendapatkan kekerasan rasial. Ia diserang oleh sekitar empat perempuan warga sekitar saat dirinya hendak pulang ke rumah.
Mereka mencoba menarik jilbab yang dikenakan Kazemi, namun ia menentangnya. Melihat penolakan yang diberikan Kazemi, keempat perempuan tersebut kemudian menjatuhkan pukulannya ke wajah Kazemi.
Usai melakukan aksinya, mereka pun pergi meninggal Kazemi dengan wajah yang berlumuran darah. Kejadian tersebut berlangsung di salah satu jalan utama di London.
Akibatnya, Kazemi mengalami luka yang cukup serius di sekitar wajahnya. Terkait aksi itu, Himpunan Mahasiswa Muslim di London mengutuk tindakan tersebut.
Mereka menuduh pemerintah Inggris mempromosikan dan mendukung kelompok anti-Islam. Selain itu mereka juga meminta pertanggungjawaban aksi empat perempuan pengeroyok tersebut.





